giant kromosom

21 10 2009

C. Dasar Teori
Kromosom raksasa merupakan polytene chromosom yaitu kromosom raksasa yang ditemukan pada bagian kelenjar ludah lalat buah (Drosophila melanogaster). Kromosom raksasa tersebut ditemukan pada tahap larva instar 3. Kromosom raksasa ditemukan pada sel yang aktif dengan baik, masing-masing dari empat pasang kromosom Drosophila melanogaster mempunyai 10 tahap replikasi DNA. Masing-masing kromosom tersusun atas sebuah sambungan yang mengandung 2048 strands dari DNA(http://F:new/endoreplication.htm). Dalam kromosom raksasa pada Drosophila melanogaster berisi sekitar 4,3×1010 dalton dari keseluruhan DNA. Sedangkan pada gen manusia berisi sekitar 85 mm atau 8,5×108 A dari DNA (Gardner.1991:136).
Struktur yang membedakan antara kromosom raksasa dengan kromosom lainnya adalah pada kromosom raksasa bergandengan atau menyambung serta adanya bagian gelap dan terang. Selain itu, kromosom raksasa berukuran besar dan dapat dilihat pada tahap interfase walaupun dengan mikroskop perbesaran lemah sedangkan pada kromosom lainnya tidak dapat dilihat pada tahap interfase (http://F:new/endoreplication.htm). Untuk mendeteksi adanya kromosom raksasa banyak peneliti melakukan berbagai eksperimen di antaranya dengan menggunakan teknik dari autoradiografi. Autoradiografi digunakan untuk mendeteksi kromosom raksasa dari sel eukariotik. Namun dalam pengujiannya mengalami kesulitan yang besar yaitu hampir mustahil didapatkan semua segmen dari molekul.(Gardner. 1991:136).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: