metode proyek

21 10 2009

METODE PROYEK DAN PENERAPANNYA

Makalah
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Strategi Belajar Mengajar
Yang dibina oleh Drs. Sarwono, M.Pd

Kelompok 2B
Maya Fatmawati 106341403406
Yudhi Eko Prasetyo 107341409776

\
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2009

A. Kajian Pustaka
Metode proyek merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individual atau kelompok. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, dan meneliti. Kemudian siswa dimintakan untuk membuat lapuran dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa.
Metode proyek memungkinkan penyaluran minat siswa dan siswa dapat belajar untuk menelaah dan memandang suatu materi pelajaran dalam konteks lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh siswa lebih berarti dan keg belajar mengajar lebih menarik, karena pengetahuan itu bermanfaat bagi siswa untuk lebih mengapresiasikan lingkungannya, memahami serta memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan metode ini bertolak dari anggapan bahwa pemecahan masalah tidak akan tuntas bila tidak ditinjau dari berbagai segi. Dengan perkataan lain, pemecahan setiap masalah perlu mnelibatkan bukan hanya satu mata pelajaran saja, melainkan hendaknya melibatkan berbagai mata pelajaran yang ada kaitannya dan sumbangannya bagi pemecahan masalah tersebut, sehingga setiap masalah dapat dipecahkan secara keseluruhan. Dalam penggunaannya metode proyek memiliki kelebihan dan kekurangan.
1. Kelebihan
a) Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah kehidupan
b) Dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu.
c) Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip didaktik modern yang dalam pengajaran perlu diperhatikan:
• Kemampuan individual siswa dan kerjasama dalam kelompok
• Bahan pelajaran tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan masalah
• Pengembangan aktivitas, kreativitas, dan pengalaman siswa banyak dilakukan
• Agar teori dan praktik, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan
2. Kekurangan
a) Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b) Pemilihan topik proyek yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber belajar yang diperlukan, bukanlah pekerjaan yang mudah.
c) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok proyek yang dibahas

B. Materi Proyek : Metamorfosis
Tujuan : Mengamati dan menganalisis siklus hidup pada hewan yang
bermetamorfosis.

C. Skenario Pembelajaran
1) Menerangkan tentang gambaran umum mengenai materi metamorphosis
2) Guru membagi kelas dalam kelompok-kelompok heterogen
3) Memberikan dan menjelaskan tugas proyek kepada siswa
• Mencari hewan yang bermetamorfosis (belalang, kupu-kupu, katak, lalat buah, jangkrik)
• Memberi tugas tahapan yang harus diamati
• Mengamati waktu pergantian tiap tahap
• Konsultasi tiap tahap yang telah diamati
• Mengumpulkan hasil proyek dalam bentuk makalah
• Mempresentasikan hasil proyek di depan kelas


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: